Konsep Proposal Tesis Gue



BAB I

PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang Masalah

Belajar mengajar adalah suatu kegiatan yang bernilai edukatif. Nilai edukatif mewarnai interaksi yang terjadi antara Guru dengan siswa. Interaksi yang bernilai edukatif dikarenakan kegiatan belajar mengajar yang dilakukan diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu yang telah dirumuskan sebelum pengajaran dilakukan. Guru dengan sadar merencanakan kegiatan pengajarannya secara sistematis dengan memanfaatkan segala sesuatunya guna kepentingan pengajaran.

Suatu pengajaran memerlukan Pengembangan  metode yang bervariasi yang dilakukan oleh guru .Metode adalah suatu cara atau strategi yang tidak bisa ditinggalkan dalam proses belajar mengajar dan metode yang digunakan tidak boleh sembarangan melainkan sesuai dengan tujuan pembelajaran.penggunaan metode yang bervariasi akan   dirasakan lebih menarik apabila didukung dengan ketersediaan   media presentasi Power Point merupakan aplikasi presentasi yang popular dan sudah umum digunakan disekolah .

Walaupun media Presentasi Power Point tidak dirancang secara khusus sebagai alat pembelajaran di sekolah, namun kegunaannya dapat membantu proses pembelajaran di sekolah. Suatu pembelajaran akan lebih menarik lagi apabila seorang guru dan siswa yang menggunakan media tersebut tersebut berupaya memecahkan persoalan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari yang ada kaitannya dengan mata pelajaran Pendidikan kewarganegaraan di sekolah menengah Atas (SMA).

Oleh karena itu peneliti berkeyakinan bahwa model pembelajaran berdasarkan masalah ( Problem based Learning) dengan menggunakan media presentasi Power Point sangat yang tepat untuk diterapkan pada Proses pembelajaran PKn . Sebab model dan media  ini mempunyai andil yang cukup besar dalam kegiatan belajar mengajar yang tidak monoton, karena adanya interaksi yang positif dalam kegiatan saling bertukar informasi,dan saling bertukar ide dalam berbagai aspek .u

Masalah-masalah yang kita hadapi memerlukan solusi, dengan pendekatan Model pembelajaran Berbasis masalah dapat membiasakan Guru dan siswa tidak terjebak pada solusi yang Narrow minded , solusi atas pikiran yang sempit. Problem based learning ( PBL) membiasakan kita untuk melihat opsi-opsi yang terbuka luas, sehingga dengan lebih banyak opsi Solusi, maka kemungkinan untuk berhasil mengatasi masalah juga akan semakin besar.

Pendekatan PBL ini bersumber dari dimensi kreatif seseorang.Saat ini dengan dukungan ilmu Psikologi pendidikan banyak terungkap betapa setiap individu memiliki potensi yang kreatif yang begitu besar dalam dirinya.

Pendekatan PBL dapat menyeimbangkan pemanfaatan otak kanan dan otak kirinya. Otak kanan kiri cenderung berfikir konvergen ( hanya ada satu solusi yang benar) sedangkan otak kanan memiliki kecenderungan berfikir divergen ( dapat melihat berbagai kemungkinan solusi), sebelum akhirnya melakukan analisis untuk sebuah solusi terbaik.

Pada kenyataannya saat ini belum semua guru memahami dan menerapkan model pembelajaran berbasis masalah dengan menggunakan media presentasi Power point,baik disebabkan oleh kurangnya keinginan dan motivasi untuk meningkatkan kualitas keilmuan maupun karena kurangnya dukungan sistem, biaya dan sarana untuk meningkatkan kualitas keilmuan Guru.

Dalam pelaksanaan sehari –hari seorang Guru diharapkan dapat melakukan kombinasi dari dua atau beberapa macam model pembelajaran dengan media yang yang menarik, sehingga dapat menggairahkan peserta didik untuk berfkir kritis dan analitis. Dengan model dan media alternatif ini,diharapkan siswa tidak sukar untuk mencapai tujuan pengajaran,karena bukan guru yang memaksakan anak didik untuk mencapai tujuan, tetapi anak didiklah dengan sadar untuk mencapai tujuan secara Individual dan kelompok.

Dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) memuat materi yang berkaitan dengan kehidupan individu dan masyarakat dalam suatu Negara. Negara dimaksud adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam praktek kehidupan sehari-hari Guru PKn dan siswa selalu melihat dan mendapatkan informasi segala persoalan politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, dan persoalan hak asasi manusia yang dihadapi bangsa Indonesia. Berkenaan dengan persoalan-persoalan tersebut, tentunya Guru bersama siswa harus mau berfikir kritis,analitis , sehingga sedikit demi sedikit turut mengupayakan suatu pemecahan masalah yang dihadapi oleh diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara Indonesia.

Paradigma yang perlu dibangun saat ini adalah Guru  bertindak sebagai fasilitator,bukan sebagai satu-satunya sumber belajar dikelas . Oleh karena itu dengan bantuan media pembelajaran yang modern dapat di upayakan proses pembelajaran dikelas lebih menarik dan selanjutnya akan mengarah pada pembelajaran berbasis siswa sehingga siswa akan terbiasa memecahkan persoalan bangsa ini dengan alat penunjang dan media pembelajaran yang cocok.

Berdasarkan uraian tersebut diatas maka penulis sebagai Guru mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan ( PKn ) tertarik untuk mengadakan penelitian yang dengan judul Tesis ; “ Pengembangan model pembelajaran berbasis masalah dengan menggunakan media presentasi power point dalam meningkatkan berfikir kritis siswa pada mata pelajaran PKn“ ( studi penelitian pada SMA Al Munawwaroh Kota Cilegon ).Peneliti memilih Sekolah tersebut diatas sebagai tempat penelitian, karena secara kebetulan ditugaskan oleh pemerintah daerah kota Cilegon sebagai Guru PKn di SMA Al munawwaroh, sehingga dapat memudahkan perolehan data.

B.  Fokus Penelitian

Penelitian ini adalah bersifat penelitian pengembangan (research an development) terfokus pada pembelajaran berdasarkan masalah dengan media presentasi power point pada mata pelajaran PKn di SMA Al- Munawwaroh Kota Cilegon sehingga dapat diketahui hal-hal sebagai berikut :

a.Bagaimana pengembangan  model pembelajaran berdasarkan masalah dengan menggunakan media presentasi power point pada mata pelajaran PKn di SMA Al- Munawwaroh .

b.Bagaimana Efektifitas model pembelajaran berbasis masalah dengan menggunakan mendia presentasi power point dapat mengefektifkan  pada mata pelajaran PKn di SMA Al Munawwaroh.

c.Bagaimana hasil model pembelajaran berbasis masalah dengan menggunakan media presentasi power point  dapat meningkatkan berfikir kritis siswa pada mata pelajaran PKn.

C.Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :

  1. Dapat mendeskripsikan pengembangan model pembelajaran berbasis masalah dengan menggunakan media Presentasi dalam pembelajaran PKn di SMA Al- Munawwaroh.
  2. Dapat mengetahui Efektifitas model pembelajaran berdasarkan masalah dengan menggunakan media slide dalam pembelajaran PKn di SMA Al- Munawwaroh.

 

  1. Dapat memperoleh data hasil penerapan Model pembelajaran berdasarkan masalah dengan menggunakan media slide, sehingga dapat meningkatkan daya berfikir kritis siswa Kls XII SMA Al Munawwaroh Kota Cilegon.

D.Manfaat  Penelitian

Hasil penelitian ini secara teoritis diharapkan bermanfaat bagi Peneliti atau berguna bagi Guru mata pelajaran PKn untuk menambah pengetahuan sehingga dalam melakukan kegiatan belajar mengajar di kelas dapat meningkatkan  Daya fikir kritis siswa, sehingga siswa terbiasa dan siap mental menghadapi masalah secara jernih dan mampu menemukan solusinya.

Selanjutnya penelitian ini diharapkan secara praktis bermanfaat sebagai salah satu  solusi alternatif bagi Guru pengembangan model pembelajaran di Indonesia,sehingga dapat disosialisasikan oleh  pemerintah melalui kementerian Pendidikan Nasional serta dapat ditindak lanjuti oleh Lembaga pendidikan Formal dan Non formal.

 

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A.Penelitian yang relevan

Penelitian mengenai Pembelajaran berdasarkan masalah pernah dilakukan  mahasiswa terdahulu diantaranya adalah oleh saudara Ahmad EkoSugianto pada Sekolah pasca sarjana Universitas Pendididkan Indonesia Bandung, Program studi Pengembangan kurikulum dengan judul Tesis “ pengembangan Model Pembelajaran berbasis masalah untuk meningkatkan hasil belajar Siswa ( penelitian dan pengembangan dalam mata pelajaran Ekonomi pada Madrasah Aliyah Di Kota Malang)”

Bahwa pembelajaran berdasarkan masalah adalah cara penyajian bahan pelajaran dengan menjadikan masalah sebagai titik tolak pembahasan untuk dianalisis dan disintesis dalam usaha mencari pemecahan atau jawaban oleh siswa.

Suatu pertanyaan yang diajukan dapat dikatakan sebagai suatu permasalahan apabila pertanyaan tersebut tidak dapat dijawab langsung ,sebab masih harus menyeleksi informasi yang diperoleh. Jawaban yang diperoleh tentunya bukan merupakan jawaban yang rutin dan mekanistik, namun memerlukan strategi dengan menggunakan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Pertanyaan yang tadinya merupakan suatu permasalahan,apabila telah selesai, baik diselesaikan sendiri maupun dengan bantuan orang lain, atau bantuan dari sumber belajar lain, maka bukan lagi sebagai suatu permasalahan.Hal ini berarti suatu pertanyaan dapat dianggap sebagai suatu permasalahan apabila pertanyaan tersebut belum adanya upaya penyelesaian lebih lanjut.Selain itu suatu pertanyaan merupakan suatu permasalahan apabila pertanyaan tersebut merupakan tantangan untuk menjawabnya.Dengan kata lain suatu pertanyaan akan menjadi suatu masalah bagi seseorang jika orang tersebut tidak memiliki aturan atau hukum tertentu yang segera dapat dipergunakan untuk menemukan jawaban dari pertanyaan tersebut.

B.Landasan Teori

Belajar adalah proses perubahan perilaku berkat pengalaman dan latihan. Artinya tujuan kegiatan adalah perubahan tingkah laku, baik yang menyangkut pengetahuan,keterampilan maupun sikap, bahkan meliputi segenap aspek organisme atau pribadi.jadi hakekatnya belajar adalah perubahan atau perkembangan yang lebih meningkat dan lebih bermartabat.

Pembelajaran berbasis masalah , merupakan inovasi dalam pembelajaran,karena dalam Pembelajaran berbasis masalah kemampuan berfikir siswa betul-betul dioptimalkan melalui proses kerja kelompok atau tim yang sistematis, sehingga siswa dapat memberdayakan ,mengasah ,menguji dan mengembangkan kemampuan berfikirnya secara berkesinambungan.

Pembelajaran berbasis masalah merupakan pembelajaran yang relevan dengan tuntutan abad 21, karena pendidikan abad 21 berhubungan dengan permasalahan baru yang ada didunia nyata. Oleh karena itu pendekatan PBM berkaitan dengan intelegensi dari dalam diri Individu yang berada dalam sebuah kelompok orang, atau lingkungan untuk memecahkan masalah yang bermakna, relevan, dan kontekstual  ; Tan 2000 ( Rusman 2010).

Kurikulum pembelajaran berbasis masalah membantu meningkatkan perkembangan keterampilan belajar sepanjang hayat dalam pola pikir yang terbuka ,reflektif,kritis dan belajar aktif ; Margetson 1994 ( Rusman 2010).

Dari segi paedagogis,pembelajaran berbasis masalah didasarkan pada teori belajar konstruktivisme , Schmidt,1993 & Duffy,1995,Hendry & Murphy,1995 (Rusman,2010:248) dengan ciri  sebagai berikut:

  1. Pemahaman diperoleh dari interaksi dengan skenario permasalahan dan lingkungan belajar.
  2. .Pergulatan dengan masalah dan proses inkuiri masalah menciptakan disonansi kognitif yang menstimulasi belajar.
  3. Pengetahuan terjadi melalui proses kolaborasi negosiasi social dan evaluasi terhadap keberadaan sebuah sudut pandang.

Karakteristik pembelajaran berbasis masalah adalah sebagai berikut;

1.permasalahan menjadi starting point dalam belajar

2.permasalahan yang diangkat adalah permasalahan yang ada didunia nyata yang tidak terstruktur.

3.Permasalahan membutuhkan perspektif ganda ( multiple perspective);

4.permasalahan,menantang pengetahuan yang dimiliki oleh siswa,sikap dan kompetensi yang kemudian membutuhkan identifikasi kebutuhan belajar dan bidang baru dalam belajar.

5.belajar pengarahan diri menjadi hal yang utama

6.pemanfataan sumber pengetahuan yang beragam, penggunaannya, dan evaluasi sumber informasi merupakan proses yang esensial dalam PBM;

7.Belajar adalah kolaboratif, komunikatif, dan kooperatif;

8.Pengembangan keterampilan inkuiri dan pemecahan masalah sama pentingnya dengan penguasaan isi pengetahuan untuk mencari solusi dari sebuah permasalahan;

9.Keterbukaan proses PBM meliputi sintesis dan integrasi dari sebuah proses belajar; dan

10.PBM melibatkan evaluasi dan review pengalaman siswa dan proses belajar.

Studi kasus pembelajaran Berbasis Masalah , meliputi:

1.Penyajian masalah

2.Menggerakkan inkuiri

3.Langkah-langkah PBM; yaitu analisis inisial,mengangkat isu-isu belajar; literasi kemandirian dan kolaborasi pemecahan masalah, integrasi pengetahuan yang baru, penyajian solusi dan evaluasi.

Menurut John Dewey belajar memecahkan masalah itu berlangsung sebagai berikut; Individu menyadari masalah bila ia dihadapkan kepada situasi keraguan dan kekaburan, sehingga merasakan adanya semacam kesulitan.

Langkah-langkah yang memecahkan masalah adalah sebagai berikut:

1.Merumuskan dan menegaskan masalah

Individu melokalisasi letak sumber kesulitan untuk memungkinkan mencari jalan pemecahannya.Ia menandai aspek mana yang mungkin dipecahkan dengan menggunakan prinsip atau dalil serta kaidah yang diketahuinya sebagai pegangan.

2.Mencari fakta Pendukung dan merumuskan Hipotesis

Individu menghimpun berbagai informasi yang relevan termasuk pengalaman orang lain dalam menghadapi pemecahan masalah yang serupa. Kemudian mengidentifikasi berbagai alternative kemungkinan pemecahannya yang dapat dirumuskan sebagai pertanyaan jawaban sementara yang memerlukan pembuktian ( hipotesis).

3.Mengevaluasi Alternatif Pemecahan yang dikembangkan

Setiap alternative pemecahan masalah ditimbang dari segi untung ruginya, selanjutnya dilakukan pengambilan keputusan memilih alternative yang dipandang paling mungkin( feasible) dan menguntungkan.

4.Mengadakan Pengujian atau Verifikasi

Mengadakan pengujian atau verifikasi secara eksperimental alternatif pemecahan yang dipilih,dipraktekkan, atau dilaksanakan. Dari hasil pelaksanaan itu diperoleh informasi untuk membuktikan benar atau tidaknya hasil penelitian yang telah dirumuskan.

Dalam pembelajaran berdasarkan masalah sangat menunjang dalam proses berfikir  kritis siswa, hingga memungkinkan siswa  dapat mencari kebenaran dari suatu kejadian dan dari informasi yang didapatkan setiap saat.

Selanjutnya  perlu kita ketahui kelebihan dan kekurangannya pembelajaran berdasarkan masalah (problem Solving) sebagaimana tersebut dibawah ini.

Kelebihan pembelajaran berdasarkan masalah adalah sebagai berikut;

  1. Pembelajaran berdasarkan masalah dapat membuat pendidikan disekolah menjadi relevan dengan kehidupan, khususnya dengan dunia kerja.
  2. Dapat membiasakan para siswa menghadapi dan memecahkan masalah secara terampil, apabila menghadapi permasalahan didalam kehidupan dalam keluarga, dan masyarakat.
  3. merangsang pengembangan kemampuan berfikir siswa secara kreatif dan menyeluruh, karena dalam proses belajarnya siswa banyak yang melakukan proses mental dengan menyoroti permasalahan dari berbagai segi dalam rangka mencari pemecahannya.

Disamping kelebihan terdapat kekurangan pembelajaran berdasarkan masalah;

  1. 1.Harus menentukan suatu masalah yang tingkat kesulitannya sesuai dengan tingkat berfikir siswa, tingkat sekolah dan kelasnya serta pengetahuan dan pengalaman yang telah dimiliki siswa, sungguh sangat memerlukan kemampuan dan keterampilan.
  2. Sering memerlukan waktu yang cukup banyak dan sering terpaksa mengambil waktu pelajaran lain.
  3. Memerlukan berbagai sumber belajar siswa.

Dengan melihat uraian diatas maka setiap Guru harus memperhatikan kemampuan  siswa tiap tingkatan kelas dan harus memahami bahwa masing-masing siswa tentunya akan memiliki cara yang berbeda-beda dalam menyelesaikan suatu masalah tergantung informasi dan persoalan yang disodorkan oleh Dewan Guru disekolah atau sesuai dengan kondisi nyata yang ditemukan dilapangan.

Pengertian Media secara etimologi berasal dari bahasa latin “ Medium “ yang mempunyai arti perantara atau pengantar.Saat ini telah banyak pakar dan organisasi yang memberikan batasan atau pengertian media, diantaranya adalah sebagai berikut ;

  • Teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran. Jadi media adalah perluasan dari Guru; Schram,1977 ( Rudi Susilana 2007: 5 )
  • Sarana komunikasi dalam bentuk cetak, maupun Audio Visual, termasuk teknologi perangkat kerasnya ; NEA, 1969 ( Rudi Susilana 2007 : 5 )
  • Segala bentuk dan saluran yang dipergunakan untuk proses penyaluran pesan ; AECT, 1977 ( Rudi Susilana 2007 : 5).

Adapun Power Point adalah salah satu program Software yang dirancang khusus untuk mampu menampilkan program multimedia dengan menarik, mudah dalam pembuatan, mudah dalam penggunaan dan relative murah, karena tidak membutuhkan bahan baku selain alat untuk penyimpanan data (  datastorage).

Power point dapat digunakan melalui beberapa tipe penggunaan;

  1. Personal Presentation ; pada umumnya power point digunakan untuk presentasi dalam Classical learning. Seperti kuliah, training, seminar, work shop, dan lain-lain. Pada penyajian ini power point sebagai alat bantu bagi Instruktur / Guru untuk presentasi menyampaikan materi dengan bantuan Media power Point. Dalam hal ini control pembelajaran terletak pada guru atau Instruktur.
  2. Stand Alone ; Pada pola penyajian ini, power point dapat dirancang khusus untuk pembelajaran individual yang bersifat interaktif, meskipun kadar interaktifnya tidak terlalu tinggi, namun power point mampu menampilkan feedback yang sudah deprogram.
  3. Web Based ; pada pola ini power point dapat diformat menjadi file web     ( html)  sehingga program yang muncul berupa browser yang dapat menampilkan internet.

 

C.Kerangka Pikir

Dalam upaya menigkatkan mutu pendidikan terdapat beberapa unsur terkait yang harus dipenuhi, yaitu;

1.Sumberdaya manusia ( Kepala Sekolah,Guru dan karyawan)

2.Dukungan Sarana –prasarana dan Fasilitas pembiayaan yang berasal dari sumbangan masyarakat maupun yang berasal dari Subsidi pemerintah.

3.Keaktifan seluruh siswa baik secara mental,Fisik dan Sosial ekonomi.

4.Dukungan dan pengawasan orang tua /wali terhadap proses pendidikan anak.

5.Model dan metode Pembelajaran serta media yang digunakan oleh Guru.

6.Pemahaman seluruh elemen terhadap Tujuan pendidikan Nasional.

7.Lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.

Bila 7 faktor tersebut diatas dapat dipenuhi maka Pembelajaran akan lebih bermakna ( meaning full),sehingga siswa tidak hanya belajar untuk mengetahui dan mengatasi sesuatu (learning to know), tetapi siswa harus mampu melakukan suatu  ( learning to do ) dan belajar menjiwai  siapa dirinya ( learning to be) , serta belajar hidup bersama ( learning to live together).

Pengembangan dalam bidang pendidikan dan pengajaran harus selalu dikembangkan melalui kegiatan yang bersifat Inovatif dengan dukungan teknologi, begitu juga Guru sebagai sumber belajar berkewajiban menyediakan lingkungan belajar yang kreatif bagi kegiatan peserta didik dan penyelenggara pendidikan harus menyediakan media yang akan digunakan dalam poses pembelajaran PKn.

Dalam pembelajaran PKn ,maka setiap peserta didik harus dilatih menghadapi berbagai persoalan bangsa dan harus mencari Solusi berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dari sekolah maupun dari Sumber Informasi lainnya, seperti Surat kabar,Majalah,Modul,Televisi dan Radio serta Internet.

.Diera Globalisasi ini seorang Guru dituntut agar lebih Profesional dalam melaksanakan pembelajaran ,sehingga Ia harus memiliki 4 kompetensi yaitu;

1.Kompetensi Pedagogik ( menguasai Materi pelajaran)

2.Kompetensi Kepribadian yang baik ( Disiplin,sabar,penyayang,berwibawa )

3.Kompetensi Profesional ( mampu menyampaikan pelajaran dengan pilihan Model dan metode yang tepat bagi peserta didik dan dapat meningkatkan prestasi peserta didik ).

4.kompetensi Sosial ( pandai berkomunikasi atau bergaul dengan berbagai kalangan masyarakat ).

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Pendekatan Penelitian

Pendekatan Penelitian yang akan dilakukan adalah penelitian Kualitatif yang bersifat pengembangan ( Research and Development ) atau biasa disingkat dengan R&D. penelitian pengembangan bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran, seperti silabus, bahan ajar, media, modul praktikum, latihan kerja siswa, alat mengukur kemajuan belajar, alat mengukur hasil belajar atau prestasi. Yang melatar belakangi perlunya dilakukan penelitian pengembangan adalah adanya masalah yang terkait dengan model  pembelajaran yang perlu dikembangkan dengan berbantuan computer dan  yang saat ini dikenal dengan media presentasi. Masalah ini ditemui oleh peneliti dari hasil pengamatan selama mengajar atau dari hasil needs assesment.

Adapun metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian kualitatif .

Penelitian kualitatif menggunakan metode kualitatif yaitu pengamatan, wawancara,atau penelaahan dokumen.Metode ini digunakan karena beberapa pertimbangan; Pertama,penyesuaian penelitian kualitatif akan mudah dilaksanakan apabila berhadapan dengan kenyataan jamak. Kedua,menyajikan secara langsung hakikat hubungan antara peneliti dan RespondeN. Ketiga, lebih peka dan dapat menyesuaikan diri dengan banyak penajaman pengaruh bersama terhadap pola-pola nilai yang dihadapi.

B. Desain Penelitian

Meneliti efektifitas model pembelajaran berdasarkan masalah dengan menggunakan media Slide pada mata pelajaran PKn di SMA Al-Munawwaroh kota cilegon, sehingg para siswanya mampu berfikir kritis, logis sistematis dan kontekstual .

Model pembelajaran berdasarkan masalah ( Problem Based Learning) bukan hanya sekedar model mengajar, tetapi juga merupakan suatu metode berfikir, sebab dalam model problem based Learning dapat menggunakan metode-metode lainnya yang dimulai dengan mencari data sampai kepada menarik kesimpulan.

Penggunaan metode ini  dengan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut;

a.Adanya masalah yang jelasuntuk dipecahkan.Masalah ini harus tumbuh dari siswa sesuai dengan taraf kemampuannya.

b.Mencari data atau keterangan yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah tersebut.misalnya, dengan jalan membaca buku-buku,meneliti,bertanya,berdiskusi dan membuka Website atau situs Internet.

c.Menetapkan jawaban sementara dari masalah  berdasarkan data yang telah diperoleh pada langkah kedua diatas

d.Menguji kebenaran jawaban sementara sehingga jawaban dianggap benar-benar cocok atau tidak sesuai sama sekali.

e.Menarik kesimpulan.

C. Lokasi Penelitian.

Adapun peneliti akan melakukan penelitian disuatu sekolah swasta yang ada di Kota Cilegon yaitu SMA Al-Munawwaroh, dan beralamat di; Jalan  H. Leman Pintu Air Nomor. 45 Gerem Raya Kelurahan Gerem Kecamatan Grogol Kota Cilegon, Provinsi Banten.

D. Jenis dan Sumber Data.

Sumber data dalam penelitian ini adalah kelasXI, XII SMA Al-Munawwaroh yang mencakup siswa, Guru mata pelajaran PKn , dan wakil kepala sekolah. Subjek data yang representatif sangat penting dalam menilai validitas penelitian ini. Sumber data yang representatif dalam arti jumlah individu yang dijadikan objek penelitian mewakili populasi. Objek penelitian yang digunakan adalah 2 kelas terdiri dari 4Rombel kelas XI,XII di SMA Al-Munawwaroh.

Dalam upaya memperoleh  sumber data yang dianggap paling baik ,adalah melalui metode penemuan sumber data secara acak atau yang dikenal dengan istilah random samples. Keunggulan metode ini adalah kemampuannya menghilangkan unsur subjektivitas dalam penentuan objek penelitian.

E.     Prosedur Pengumpulan Data.

 

F. Analisis Data

Analisis data merupakan salah satu rangkaian dalam kegiatan penelitian ini. Kegiatan menganalisis data sangat berkaitan dengan rangkaian kegiatan sebelumnya mulai dari jenis penelitian yang dipilih, rumusan masalah dan tujuan penelitian, jenis data, jumlah subjek coba, serta asumsi-asumsi teoritis yang melandasi kegiatan penelitian. Dengan demikian, dalam melakukan analisis data, rangkaian tahapan sebelumnya sangat diperhatikan sebagai rujukan agar penelitian ini dilaksanakan bersifat koheren, yaitu bertalian atau berhubungan dengan tahap-tahap penelitian yang lainnya.

Secara garis besar, pekerjan analisis data meliputi 3 langkah yaitu:

  1. Persiapan
  2. Tabulasi
  3. Penerapan data sesuai dengan pendekatan penelitian.

G. Tahap-tahap penelitian

Adapun tahap penelitian sebagai berikut:

  1. Tahap penelitian awal yaitu menentukan pokok permasalahan dalam pembelajaran PPKn, kemudian mencarai sebuah solusi
  2. Tahap Desain, merencanakan kajian dan analisis implikasi model pembelajaran Problem solving dengan menggunakan media presentasi pada pelajaran PPKn .
  3. Tahap uji coba, pada tahap ini dilakukan ujicoba model pembelajaran  dikelas XI, XII selanjutnya dianalisa apakah sudah fit atau perlu penyempurnaan.
  4. Tahap implementasi
  5. Tahap pelaporan.

 

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad Eko Sugianto, 2008.  pengembangan model pembelajaran berbasis masalah untuk meningkatkan hasil belajar siswaBandung; Sekolah Pasca Sarjana UPI

J.Moleong, Lexy, 2005.Penelitian Kualitatif, Bandung; PT.Remaja Rosdakarya

Mulyasa,HE,2009.Implementasi Kurikulum Tingkat satuan Pendidikan,

Jakarta; Bumi Aksara.

Nasution dan Syaiful Bahri Djamarah,2008. Teknologi Pendidikan, Jakarta;

Bumi Aksara.

Rusman,2010.Model-model pembelajaran, Bandung; mulia Mandiri Pers.

Rusman,2009.Manajemen Kurikulum, Jakarta; Raja Grafindo Persada.

Rohani,Ahmad, 2004. Pengelolaan Pengajaran, Jakarta ; Rineka Cipta.

Rudi susilana Dkk,2007.Media Pembelajaran, Bandung ; CV.Wacana Prima

Sa’ud,Udin Saefudin,2008.Inovasi Pendidikan, Bandung; Alfabeta.

Warsita,Bambang,2008.Teknologi pembelajaran Landasan dan Aplikasinya,

Jakarta; Rineka Cipta

Wina ,Sanjaya,2009.Kurikulum dan pembelajaran  ,Bandung;Kencana Prenada Media Group.

Wina ,Sanjaya,2009.Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran,Bandung;

Kencana Prenada Media Group.

Wina ,Sanjaya,2009.Pembelajaran,Bandung;Strategi pembelajaran Berorientasi

Standar Proses pendidikan ,Bandung;Kencana Prenada Media Group.

Yamin,Martinis,2008. Profesionalisasi Guru & Implementasi KTSP,Jakarta;

Goung Persada Perss.

Zaim, Aswan,2006. Strategi Belajar Mengajar ,Jakarta; Rineka Cipta.

 

 

 

 

 

This entry was posted in Inovasi Pendidikan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s